Sabtu, 26 Desember 2020 BIOGRAFI AYAH
Hai teman-teman blogger bertemu lagi dengan saya Hernida
mahasiswi kelas 1 C PAI. di sini saya akan menceritakan seorang tokoh yang
sangat hebat dari siapapun dan yang sangat saya cintai yaitu Ayah saya.
Ayah ku bernama Hendrik.S. ia seorang laki-laki yang paling
aku sayangi dan aku cintai. ia adalah pahlawan keluarga kecilku. Keluarga kami
terdiri dari seorang ibu yang sangat cantik bernama Ratnawati dan seorang ayah
yang sangat tampan bernama Hendrik.S. serta adik ku yang sangat aku banggakan
yaitu Hernadi. Kami dari keluarga yang sederhana. tetapi berkat perjuangan ayah
keluarga kami tidak pernah nama nya meminta-minta atau mengemis-ngemis. karena
ayah pernah bilang kepada kami jangan suka meminta-mknta karena itu akan
mendoakan kita miskin. Saya ingat sekali ucapan ayah kepada kami semua. Kata
ayah lebih baik tangan di atas dari pada tangan di bawah yang artinya lebih
baik memberi dari pada meminta. Asal teman-teman blogger tahu kenapa saya
memilih tokoh seorang ayah karena banyak sekali pengorbanan Beliau kalau di
bayar tidak akan terbayar. Ayah ku adalah lelaki yang tangguh tidak pernah
berkata lelah. Padahal aku tahu ayah ku sangat lelah sekali. Tetapi beliau
tidak pernah berkata lelah walaupun dia benar-benar lelah itu lah ayah ku sosok
lelaki yang tangguh. Aku bangga sekali memiliki seorang ayah sepertimu aku
bangga sekali memiliki seorang ayah sekuatmu. Walaupun kadang ayah capek tetapi
ayah tidak pernah mengeluh. Walaupun kadang ayah sakit tetapi ayah tidak pernah
merintih. Aku berdoa kepada Allah lindungilah selalu di mana pun ayah ku berada
dan limpakan rezeki atas segala jerit payah nya pekerjaan ayah ku. Dari aku
belum di lahir kan ayah bercerita waktu dulu hidup ayah dan mamak sangatlah
susah. Ayah ku selalu di hina orang ayah ku selalu di remehkan orang. Kata ayah
untuk makan saja susah. Ya Allah begitu susah nya kehidupan orang tua ku. Ayah
ku adalah seorang lelaki yang tidak pernah menyerah. Karena ayah ku seorang
pendatang dari Tayap Betenung. Ayah ku adalah seorang mualaf (masuk Islam).
Ayah ku tidak ada keluarga satu pun di kampung ku ini. Maka nya ayah tidak
pernah ngeluh dalam setiap pekerjaan nya. Ayah merupakan sosok laki-laki yang
penyayang. walaupun dia mendidik ku dengan sedikit tegas tetapi ku sadari ayah
ku orang yang sangat penyayang. Banyak sekali kalau di ceritakan tentang watak
ayah ku. Ayah ku memiliki watak yang keras kepala bisa juga di bilang cerewet. Kenapa
aku bilang begitu karena ayah sangat patuh kepada pendirian nya. Tidak pernah
nama nya memikirkan omongan orang lain. Kalau menurut nya baik tetap di lakukan
nya. Ayah ku seorang wiraswasta. Semua pekerjaan yang sanggup di kerjakan nya
pasti selalu di kerjakan nya walaupun ia lelah. Ayah ku bersuku Dayak. Dulu nya
ayah ku sekolah di kabupaten Ketapang di sekolah pertanian. Rata-rata kata ayah
di situ orang non muslim semua. Tempat tinggal ayah ku sangat jauh sekali bisa
di bilang di pedalaman karena di daerah hulu sungai. Setelah ayah selesai
sekolah ayah mendapatkan jodoh di kabupaten Ketapang yaitu mamak saya. Dulu nya
Datok saya Datok saya tidak setuju akan hubungan orang tua saya. Tetapi ayah
tidak perduli kan itu. Karena ayah orang nya selalu patuh terhadap pendirian
nya. Dan ayah menunjukkan bahwa ia memang benar-benar cinta kepada mamak saya.
Ayah pun akhirnya masuk Islam. Karena ayah di sini tunggal bersama bapak angkat
nya yang bernama Abdul Malik. Tetapi Datok angkat saya itu sudah meninggal
Dunia. Beliau sudah saya anggap seperti Datok kandung saya sendiri. Ayah sangat
berbakti kepada beliau. Dan ayah sangat di sayangi oleh beliau. Ayah ku selama
10 tahun tidak pernah pulang ke kampung halaman nya. Sampai nenek dan kakek ku
yang Dayak itu ninggal pun ayah tidak pulang. Karena ayah teringat ke ucapan
kakek sama nenek ku. Jangan kau temui kami sebelum kau menjadi orang yang
sukses. Karena kakek dan nenek kesal kepada ayah. Karena ayah di sekolah kan
untuk menuntut ilmu. Tetapi apa hasilnya ayah malah menikah itulah yang membuat
nenek sama kakek kesal. Setelah 10 tahun ayah tak pulang-pulang ke kampung
halaman nya. Akhirnya ayah mengajak mamak, saya dan adik pergi ke kampung
halaman ayah. Setelah sampai di sana keluarga ayah menangis semua melihat kami.
Mereka menangis rindu aku pun ikut menangis. Ayah adalah sosok lelaki yang
tabah. Karena di Desa Pelang tidak ada satu pun keluarga nya. Aku bangga kepada
ayah ku. Yang masih menjaga iman nya. Ayah ku mau belajar ngaji dan ayah sampai
Hatam Al-Qur’an. Walaupun dia seorang mualaf tetapi tekat nya untuk belajar
Agama Islam tetap semangat. Ayah ku benar laki-laki yang paling aku cintai. Pesan
ayah kepada ku sewaktu aku sudah berangkat kuliah ke Pontianak. Kata ayah
jangan kau seperti ayah mu ini tidak pulang-pulang Lagi ke kampung halaman.
Kata ayah ingat orang tua mu. Kami tidak melarang engkau menuntut ilmu. Kami
tidak melarang engkau mencari jodoh tetapi carilah yang seiman dan seakidah.
Kata ayah sudah lah ayah mu ini seorang mualaf jadi jangan lah engkau sesekali
membuka aurat. Ayah ku adalah sosok lelaki yang penyayang. Walaupun ia mendidik
saya dengan tegas. Tetapi hasilnya dapat saya rasakan hingga sekarang. Ayah ku
biasa nya di sapa dengan menyebut pak ude. Beliau bisa di bilang pahlawan
karena apa setiap pekerjaan yang di lakukan beliau tidak pernah mengeluh. Sekali
lagi aku bilang aku sangat bangga memiliki ayah seperti beliau. Dan saya
bersyukur memiliki ayah seperti beliau. Ayah ku merupakan sosok lelaki yang
lembut akan keluarga kecil nya. Umur ayah ku 42 tahun. Sudah cukup tua tetapi
jiwa nya berkobar-kobar seperti jiwa muda. Ayah ku tidak merokok. Dan ayah ku
paling tidak suka melihat anak-anak remaja yang masih sekolah berokok. Dan ayah
pernah bilang kalau mencari jodoh usaha kan jangan yang berokok. Dan ayah juga
bilang kalau cari jodoh jangan sampai melarang kita bekerja. Ayah ku sosok
laki-laki yang setia kepada mamak ku. Alhamdulillah sampai detik ini ayah ku
tidak pernah mengkhianati mamak ku. Ayah ku juga sosok penyemangat yang luar
biasa bagi kehidupan aku. Beliau bilang ayah tidak melarang kalian tinggal di
mana pun nanti nya. Tetapi asalkan hidup kalian enak. Makanya kata ayah bekerja
jangan jadi orang yang bermalas-malasan. Kata ayah orang yang bermalas-malasan
itu akan rugi nantinya.
